Minggu, 06 Februari 2011

Hanya 2 % Facebookers Di negara Jepang

Situs jejaring sosial Facebook yang mendunia, ternyata tidak terlalu populer di Jepang. Menurut laporan New York Times, Jumat (21/1), facebooker di negara itu sekitar dua persen. Persentase itu tertinggal jauh dibandingkan di Amerika Serikat yang mencapai 60 persen.

Survei kantor berita Jepang NTV menunjukkan, 75 persen warga Negeri Sakura tidak pernah mengetahui keberadaan Facebook. Warga Jepang cenderung lebih familiar dengan situs jejaring sosial Mixi yang buatan Jepang. Penurut survei, jumlah pengguna Mixi sepuluh kali lebih banyak ketimbang pengguna Facebook.

Facebooker di negara itu umumnya kalangan mahasiswa atau warga Jepang yang tinggal di luar negeri. "Saya ingin memperkenalkan situs ini kepada orang-orang yang tidak pernah tahu keberadaan Facebook sebelumnya," ungkap pendiri Facebook Mark Zuckerberg, seperti dikutip CNNGo

10 Rahasia Agar Rumah Anda Sehat

Banyak cara menjadikan rumah Anda sehat. Dari menghindari bahan kimia berbahaya sampai membersihkan rumput secara rutin. Berikut tips dari Kimberly Hiss, yang disampaikan baru-baru ini:

1. Kurangi barang-barang elektronik.

Untuk ketenangan pikiran, singkirkan atau kurangi barang-barang elektronik. Gunakan furnitur penyimpanan panel barang-barang elektronik seperti CD, DVD, dan peralatan digital lainnya. Dengan penekanan itu bisa menenangkan mata Anda.

2. Mulai gunakan benda-benda berbahan kain microfiber.

Kain microfiber atau kain yang berbahan serat sintetis (fiber) sudah banyak dijadikan sebagai alat-alat rumah tangga dari pakaian hingga kain pel.

3. Hindari bahan kimia berbahaya.

Hati-hati dengan senyawa organik yang mudah menguap seperti perabot rumah dengan bahan kimia berbahaya VOCs (Volatile Organic Compounds), misalnya cat, busa, karpet juga bisa berisi VOCs. Carilah produk-produk yang tidak ada kandungan VOCs, berbau rendah, dan tidak ada karsinogen.

4. Ubah tungku filter sesering mungkin.

Jika di rumah ada terdapat tungku, sebaiknya ganti dalam tiga bulan sekali. Hal ini mencegah penumpukan debu, jamur, dan serbuk sari. Selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi tungku serta menurunkan tagihan pemanas Anda.

5. Memakan makanan organik.

Ini adalah cara yang baik untuk mengajarkan anak-anak bagaimana pentingnya kesegaran makanan dan memakan makanan yang bebas dari pestisida.

6. Amankan sambungan-sambungan kabel listrik.

Jika di rumah Anda banyak terdapat sambungan-sambungan kabel yang sifatnya permanen, itu bisa membahayakan. Kabel-kabel tersebut harusnya bersifat sementara dan tertutup agar menghindari bahaya kebakaran. Langkah terbaik, sebaiknya Anda memiliki outlet listrik langganan dan terpercaya.

7. Bersihkan rumput-rumput Anda dari bahan kimia.

Jika Anda memelihara rumput di sekitar halaman sebaiknya jangan menggunakan bahan kimia. Apabila rrumput-rumput membutuhkan kesuburan atau pemupukan gunakan gluten tepung jagung sebagai herbisida pilihan alternatif. Untuk pestisidanya, lebih baik gunakan Neem Oil atau minyak Neem yang bisa diencerkan dan disemprotkan. Ini termasuk produk organik yang aman yang bisa dimakan.

8. Selalu cuci kulkas Anda.

Hal kecil ini ternyata bisa menyebabkan sesuatu yang besar, bagian kulkas yang harus selalu dicuci itu bagian yang sering tersentuh tangan atau bagian pintu. Karena kebiasaan orang-orang yang selalu membuka kulkas kemudian mengambil makanan di dalamnya. Dari situlah kuman-kuman berpindah.

9. Bersihkan kamar mandi Anda secara rutin.

Hal ini biasanya luput dilakukan dan kebanyakan orang malas melakukannya, jika sering dibersihkan akan mengurangi kondensasi dan membatasi risiko pertumbuhan jamur.

10. Biasakan bersih-bersih dengan vacum cleaner.

Jika Anda memelihara kucing, biasanya akan banyak bulu-bulu kucing yang bertebaran. Untuk membersihkannya agar benar-benar bersih gunakan vacum cleaner.

Kesenangan yang Menyehatkan

Siapa bilang tak ada kesenangan yang mendatangkan manfaat sehat bagi tubuh. Coba lakukan kesenangan-kesenangan berikut saat me time tiba dan rasakan bagaimana tubuh akan begitu berterima kasih kepada kita.

Kesenangan 1 : Tidurlah dengan lelap

Para ahli sepakat, tidur bukanlah aktivitas tanpa makna. Bahkan, ketika kita memberikan tubuh waktu tidur yang cukup dan berkualitas, akan banyak khasiat dirasakan oleh tubuh kita. Mulai dari meningkatkan imunitas, mengasah ketajaman otak, sampai membuat kita lebih ramping.

Maka saat akhir pekan tiba, cobalah untuk benar-benar mencukupi syarat tidur sehat, yaitu terlelap selama tujuh atau delapan jam di malam hari. Dan di siang hari, tambahkan dengan tidur siang satu hingga dua jam. "Setidaknya ini akan membuat tekanan darah serta nafsu makan kita kembali stabil," ucap Nieca Goldberg, MD., dokter dari New York University-Langone Women’s Heart Program.

Kesenangan 2 : Sebuah cokelat untuk melancarkan peredaran darah

Menikmati cokelat ternyata dapat menekan tekanan darah, mengurangi risiko serangan stroke, plus membebaskan pembuluh darah kita dari timbunan plak-plak. Tapi pilihlah dark chocolate untuk menikmati semua manfaat itu. "Sebab dark chocolate mengandung begitu banyak flavonoids yang merupakan salah satu jenis antioksidan yang berfungsi membuat pembuluh darah kita lebih fleksibel," papar Goldberg.

Tak hanya itu, sebuah penelitian bahkan membuktikan mengonsumsi 40 gram dark chocolate setiap hari selama dua minggu, dapat menekan produksi hormon yang membuat kita panik.

Kesenangan 3 : Girls night out

Bersenang-senanglah bersama sahabat-sahabat perempuan kita. Sebab sebuah penelitian mengungkapkan, ketika kita menghabiskan waktu bersama sahabat untuk tertawa atau sekadar mendengarkan cerita masing-masing, dapat menghindarkan kita dari serangan flu, membuat otak lebih sehat, plus memperpanjang umur.

"Berada di tengah-tengah sahabat akan membuat kita lebih sehat. Tapi sahabat yang kita pilih juga harus orang-orang yang memang memberikan dampak positif bagi emosi dan psikolgis kita," kata Alice Domar, direktur dari Domar Center for Mind/Body Health.

Kesenangan 4 : Bebas pikun berkat secangkir kopi hangat

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2009 mengumumkan, penikmat kopi moderat yang hanya minum sebanyak satu sampai dua cangkir setiap hari, ternyata memiliki risiko kepikunan dan Alzheimer yang lebih kecil. Tapi jika kita menikmatinya lebih dari cangkir yang disarankan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu risiko terkena diabetes. Sebab konsumsi kopi yang berlebihan dapat mengacaukan metabolisme tubuh termasuk produksi insulin.

Kesenangan 5 : Relaksasi melalui pijatan lembut

Secara umum, semakin sering kita mendapatkan sentuhan maka kita akan semakin sehat. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada 2008 mengungkapkan, perempuan yang rutin melakukan pijatan dua kali dalam seminggu, lebih jarang mengalami depresi dan kejenuhan. Bonus tambahannya, energi positif ini juga ditularkan responden pada paagannya

Tujuh Kebiasaan Membuat Pinggang Ramping

Memperoleh pinggang ramping dan perut rata bukanlah sekadar mimpi. Siapa pun dapat meraihnya dengan tekad dan disiplin yang kuat. Tentu saja dengan menerapkan kebiasaan baik dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

1. Tenang

"Terlalu banyak stres dapat menyebabkan perut gendut. Stres meningkatkan kadar kortisol, hormon yang menggiring lemak langsung ke tengah perut," ujar Jacob Seidell, PhD, dari National Institute of Public Health di Bilthoven, Belanda.

Untuk menjaga kadar kortisol tetap rendah, cobalah peredam stres ini selama lima sampai sepuluh menit: Cari tempat yang tenang dan nyaman untuk duduk. Selanjutnya, tarik napas dalam-dalam dan embuskan perlahan untuk menjernihkan pikiran Anda. Ulangi beberapa kali. Teruskan bernapas dalam-dalam dan dengungkan kata ‘mmm’ saat mengembuskan napas. (Jika perhatian Anda teralihkan, kembalikan perhatian Anda pada kata ‘mmm’). Lakukan lima sampai menit sekali atau dua kali dalam sehari.

2. Hindari Alkohol

Segelas anggur bisa jadi merupakan penyebab mengapa baju Anda jadi lebih sempit akhir-akhir ini. Alkohol juga cenderung meningkatkan kadar kortisol, mengirimkan lemak ke perut.

3. Berhenti Merokok

Jangan percaya rumor bahwa rokok dapat membuat badan kurus! Faktanya, para perokok cenderung memiliki lebih banyak lemak pada bagian abdominal dibandingkan mereka yang tidak merokok. "Ketika seseorang berhenti merokok, jumlah lemak Abdominal mereka sebenarnya juga menurun," kata Seidell.

4. Makan Lebih Banyak Serat

Serat tidak hanya baik untuk keseluruhan program penurunan berat badan, namun juga dapat mencegah sembelit yang dapat menyebabkan perut membuncit.Konsumsi setidaknya 22 hingga 25 gram serat dalam sehari yang bersumber dari gandum, buah-buahan, dan sayuran.

5. Banyak Minum

Bagi Anda yang memasuki masa sebelum haid (premenstrual), perut akan terasa kembung. Minum air sebanyak-banyaknya untuk mengurangi perut mengembang saat menjelang atau masuk waktu haid.

6. Kuatkan Tulang

Osteoporosis dapat menyebabkan tulang punggung membengkok dan posisi tubuh jadi membungkuk. Hal tersebut pada akhirnya memperpendek rongga perut dan mau tak mau posisi perut membuncit.

Jika Anda berusia 50 tahun atau lebih, pastikan Anda mendapatkan 1200 mg kalsium setiap hari dari makanan yang dimakan dan atau dari suplemen.

7. Tingkatkan Detak Jantung

Semua latihan abdominal yang ada bertujuan untuk menghilangkan lemak yang bersembunyi di balik perut Anda. Cara terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan latihan aerobik selama 45-60 menit, sebanyak lima kali seminggu.

Cara Jitu Dapatkan Tidur Berkualitas

Tidur merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi banyak orang. Tidur memiliki banyak efek bagi tubuh manusia. Namun bagi mereka yang memiliki masalah dengan tidur, kegiatan menyenangkan tersebut akan menjadi mimpi buruk. Bagi Anda yang mengalaminya, pakar kesehatan mental Gretchen Rubin belum lama ini membagikan beberapa kiat penting untuk mendapatkan tidur berkualitas. Berikut ini adalah hal-hal yang akan meningkatkan kualitas tidur Anda:

1. Berolahraga secara teratur walaupun hanya berjalan kaki.
2. Jangan mengonsumsi kafein setelah jam tujuh malam.
3. Hindari aktivitas yang melibatkan berpikir satu jam sebelum waktu tidur.
4. Atur suhu kamar Anda menjadi agak dingin.
5. Matikan lampu kamar saat Anda tidur.
6. Pastikan kamar Anda tertata rapi sebelum tidur.

Jika Anda telah mengikuti saran di atas, namun Anda masih kesulitan untuk tidur, bacalah beberapa tips lanjutan di bawah ini.

7. Atur napas Anda.
8. Tuliskan hal-hal yang masih Anda pikirkan.
9. Usapkan losion ke seluruh tubuh Anda.
10.Pakailah kaos kaki favorit Anda.
11.Regangkan tubuh.
12.Minumlah minuman hangat seperti segelas susu ataupun cokelat hangat.
13.Menguap.
14.Regangkan jari-jari kaki Anda ke bawah dan ke atas.
15.Bayangkan jika Anda harus bangun dan bekerja saat itu juga dan Anda belum tidur sama sekali. Hal tersebut akan membuat lelah dan mempermudah tidur. Silakan mencoba.

Bentrokan Mesir Membuat Harga Minyak Naik

Minyak mentah, pada penutupan perdagangan di bursa Nymex Kamis (3/2) dini hari mengalami kenaikan. Harga minyak mentah Brent turut menguat seiring bentrok berdarah yang melanda Mesir.

Kondisi di Mesir ini menimbulkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi mengganggu kelancaran ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.Harga minyak mentah berjangka Nymex tampak mengalami peningkatan sebesar 9 sen setelah bentrokan antara pendukung dan penentang Hosni Mubarak terjadi. Akan tetapi tampak harga minyak mentah di New York agak bergerak tertahan setelah Departemen Energi melaporkan bahwa pasokan minyak mentah di AS mengalami kenaikan yang melebihi proyeksi.

Harga minyak mentah Nymex ditutup pada posisi 90.86 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak Maret tampak mengalami kenaikan sebesar 60 sen (0.6%) dan ditutup pada posisi 102.34 dolar per barel. Harga penutupan ini adalah yang tertinggi sejak 26 September 2008.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan minyak mentah di awal tahun ini akan cenderung mengalami peningkatan. Tampaknya trend bullish masih akan terjadi pada komoditas meskipun tentunya akan diharapkan terjadi koreksi wajar. Kisaran harga minyak mentah diprediksi akan berada di 85 – 95 dolar per barel.

Daya Saing Pertanian Indonesia dalam ACFTA

Ekonomi Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan berat seiring dimulainya Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) ASEAN-China (ACFTA), 1 Januari 2010. Industri manufaktur, seperti otomotif, listrik, elektronik, tekstil dan kertas, diperkirakan mengalami pukulan paling berat. Itulah sebabnya, sebagian besar asosiasi industri manufaktur di sektor tersebut menghendaki penundaan ACFTA, setidak-tidaknya dilakukan renegosiasi. Saat ini setidaknya 228 dari 1.516 pos tarif diusulkan dimodifikasi karena dinilai belum siap berkompetisi. Yang menarik, sejauh ini tidak ada keluhan serius dari sektor pertanian. Sejauh mana daya saing pertanian Indonesia dalam ACFTA?
Secara agregat, dalam trade balance (neraca perdagangan) produk pertanian dengan ASEAN-China, Indonesia meraih surplus US$2,2 miliar (nilai ekspor US$2,89 miliar dikurangi impor US$689,1 juta). Empat tahun lalu, nilai surplus masih US$800 juta. Artinya, selama empat tahun terjadi kenaikan surplus hampir tiga kali. Nilai surplus terbesar terjadi di sektor perkebunan, seperti minyak kelapa sawit dan turunannya, aneka produk karet, minyak dan lemak dari sayuran, minyak kopra, biji coklat (pecah, setengah pecah, dan mentah), kopi, teh, gaplek iris dan kering sebesar US$2.756 miliar.
Sebaliknya, impor terbesar terjadi pada subsektor hortikultura (seperti bawang putih segar, buah apel, pir dan kwini mandarin segar, dan komoditas buah lainnya sebesar US$434,4 juta); subsektor pangan (berupa benih gandum dan gandum lainnya, gula kasar, kacang kupas dan komoditas pangan lain sebesar US$109,53 juta); dan subsektor peternakan (yang umumnya berupa impor binatang hidup US$17,947 juta). Berpijak dari data-data ini, sesungguhnya Indonesia memiliki daya saing di sektor perkebunan. Sebaliknya, Indonesia mengalami tekanan di sektor hortikultura, pangan dan peternakan.
Agar tidak menyesatkan, kesimpulan di atas harus segera diberi catatan penting. Studi The Economist (2003) mencatat, 10 komoditas pertanian Indonesia (beras, lada, kopi, coklat, minyak sawit, karet, lada dan biji-bijian) menduduki peringkat 1-6 dunia. Sebagian besar merupakan produk perkebunan. Apakah petani dan pekebun 10 komoditas itu sejahtera? Tidak. Bahkan, komoditas unggulan itu tidak banyak memberikan nilai tambah kepada kita. Justru negara lain yang menikmati nilai tambah itu. Inilah tragedi.
Kita memang tidak pernah belajar dari sejarah. Lebih setengah abad lalu ekonom Argentina Raul Prebisch dan ekonom Jerman Hans Singer sudah mengingatkan bahwa nilai tukar riil produk primer pertanian atas produk manufaktur menurun secara permanen. Produk primer cenderung fluktuatif, sedangkan produk jadi terus meningkat atau stabil. Ekonomi yang menggantungkan diri pada produk primer menghadapi kepincangan harga yang tajam bila berhadapan dengan pemilik teknologi. Bahan mentah ditekan amat rendah, sementara teknologi harus dibayar dengan harga super mahal.
Indonesia adalah penghasil kopi robusta terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Siapa yang menentukan harga? Apakah petani, eksportir, pedagang besar, atau pedagang pengumpul? Bukan. Penentu harga ada di London (London International Financial Futures Exchange/LIFFE). Lalu kakao. Kita merupakan produsen kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Alam memungkinkan kita menjadi produsen kakao terbesar di dunia. Tetapi harga komoditas ini ditentukan di New York Board of Trade. Kita juga eksportir minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia mengalahkan Malaysia, tapi harga CPO Indonesia justru didikte Rotterdam untuk pasar spot dan Kuala Lumpur untuk harga kontrak berjangka. Ironi ini sudah berlangsung puluhan tahun.
Data-data ini menunjukkan, surplus ekspor-impor produk pertanian ASEAN-China yang dinikmati Indonesia sesungguhnya rapuh. Harga komoditas primer, apalagi komoditas mentah, amat fluktuatif dan pasarnya bersifat oligopoli. Surplus akan terjadi saat harga tinggi. Sebaliknya, surplus akan berkurang, bahkan bisa jadi negatif, saat harga terjun bebas. Ini tidak terjadi pada produk jadi atau setengah jadi. Harga dua produk itu terus meningkat, atau setidak-tidaknya tetap. Konsekuensinya, tanpa membenahi sisi hilir (industri pengolahan), surplus yang dinikmati Indonesia rapuh dan tak akan langgeng.
Dengan keunggulan yang dimiliki, Indonesia berpotensi menggandakan perolehan devisa dari ekspor berbagai komoditi pertanian dan menekan impor, terutama komoditi pertanian yang bisa dibudidayakan di dalam negeri. Berlakunya ACFTA harus dijadikan momentum Indonesia melakukan re-focusing pengembangan sektor pertanian sesuai keunggulan komparatif dan kompetitif. Selain intens mengembangkan aneka komoditas unggulan di hulu, on farm, sektor hilir juga harus diurus. Pemerintah musti mendorong industri hilir dengan berbagai kebijakan memihak, bukannya memeras seperti saat ini.
Berbeda dengan China, sektor pertanian Indonesia didera keterbatasan energi dan infrastruktur, rendahnya kepastian hukum dan tumpang-tindih tata ruang. Pembebasan bea masuk dan penghapusan hambatan investasi di Indonesia membuka peluang China memasuki sektor-sektor andalan ekspor negara-negara ASEAN, seperti sawit, karet, kopi, dan kakao melalui bursa. Dengan pendapatan perdagangan US$1,8 triliun China memiliki dana melimpah untuk membeli apa saja dan kapan guna memperkuat posisi ekonomi, sosial dan politiknya. Tanpa antisipasi memadai, sektor andalan Indonesia akan dicaplok.
Dalam bidang pangan, meskipun Indonesia surplus, bahkan bisa mengekspor beras, basis penopang produksi beras (baik lahan, ketersediaan air maupun kelembagaan), amat rapuh. Daya saing beras Indonesia kalah dibandingkan China. Daya saing beras China karena ditopang oleh infrastruktur irigasi yang baik dan produktivitas yang tinggi, sehingga ongkos produksinya rendah: US$ 71/ton. Bandingkan dengan Indonesia yang ongkos produksinya US$82/ton. Ini semua menandakan, implementasi ACFTA ibarat gelombang tsunami yang tampak dalam radius ratusan meter. Apabila tidak diantisipasi bisa mencelakakan banyak industri yang masih lemah daya saingnya, termasuk beras.
Strategi hambatan nontarif (non-tariff barrier) yang ditempuh pemerintah bisa dipastikan tak akan ampuh membendung serbuan barang super murah asal China. Sebab, cara itu akan memicu aksi balasan (retaliation) dari China. Ini sudah terbukti berkali-kali. Dalam jangka pendek, strategi ini bisa saja dipakai. Bersamaan dengan itu, aneka subsidi (pupuk, benih dan bibit unggu), insentif harga, peningkatan produktivitas, dukungan infrastruktur (jalan, irigasi, pelabuhan, riset), bantuan pengolahan dan pasca panen harus dilakukan secara simultan. Tanpa itu semua, daya saing Indonesia dipastikan rontok.

Mengapa Harga Gula Melambung?

Di pasar domestik, harga gula di tingkat konsumen melonjak dari Rp 6.650 per kilogram (Januari) menjadi Rp 10.000/kg (Agustus) atau naik 50 persen (Kompas, 25/8/2009). Harga ini jauh melampaui harga dasar lelang yang disepakati Rp 5.350/kg. Konsumen dan pengusaha makanan-minuman pun menjerit.

Pemerintah pun segera menggelar rapat koordinasi. Hasilnya, segera digelar operasi pasar gula murah. Caranya, karena tidak memiliki stok gula sendiri, pemerintah ”menginjak kaki” pengusaha agar menjual gula untuk operasi pasar Rp 7.000/kg.

Pemadam kebakaran

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan penurunan bea masuk impor dan menambah impor gula rafinasi. Seperti orang gelap mata yang tidak melihat ada celah lain, tiga jurus klasik ini selalu diputar-ulang. Efektifkah?

Sepanjang sejarah pergulaan, operasi pasar gula adalah instrumen jangka pendek. Fungsi operasi tak lebih sebagai pemadam kebakaran. Tujuannya, untuk memengaruhi harga. Namun, efektivitas operasi pasar dalam memengaruhi harga gula tergantung banyak faktor, seperti stok pemerintah, besarnya gula yang digerojok di pasar, stok yang dikuasai pedagang/spekulan, dan psikologi publik. Karena itu, operasi pasar sebenarnya bukan instrumen ampuh untuk mengatasi instabilitas harga dalam negeri.

Berbeda dengan era Orde Baru yang memiliki instrumen dan kelembagaan lengkap. Kini kita tidak memiliki instrumen dan aransemen stabilisasi harga gula domestik. Meski ada SK Menteri Perdagangan No 527/2004 tentang Ketentuan Impor Gula yang membatasi impor hanya bisa dilakukan sebulan menjelang dan dua bulan setelah musim giling, harga gula domestik tidak hanya ditentukan hukum penawaran dan permintaan, tetapi juga dipengaruhi harga paritas impor. Logikanya, meski ada tekanan di sisi permintaan menjelang dan selama Ramadhan, harga tak akan melambung tinggi sebab kini sedang musim giling.

Kini harga gula di tingkat internasional cukup tinggi: di atas 550 dollar AS per ton FOB (free on board), tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Ditambah biaya pengapalan dan premium yang cukup mahal, harga akan kian tinggi. Mengingat pasar tidak sepenuhnya terinsulasi, harga gula di pasar dunia segera ditransmisikan ke pasar domestik. Kenaikan harga ini dipicu guncangan di sisi penawaran.

Menurut perkiraan FAO (2009), konsumsi gula dunia pada 2009 tumbuh relatif stabil seperti dekade sebelumnya: sekitar 2,4 persen per tahun. Dengan pertumbuhan ini, konsumsi gula dunia diperkirakan mencapai 162,2 juta ton. Di sisi lain, pada 2009, produksi gula dunia turun (drastis) 5,4 persen. Tahun lalu produksi gula dunia tumbuh 1,0 persen. Penurunan produksi gula dunia itu menciptakan supply shock cukup berat, mendorong kenaikan harga gula.

Ajang spekulasi

India mengalami penurunan produksi paling besar, sekitar 45 persen. Petani tebu India mengalihkan lahannya dan menanami komoditas yang lebih menguntungkan, seperti jagung dan kedelai. Guncangan penawaran kian berat karena sejumlah negara produsen utama gula—Australia, Eropa Barat, Amerika, dan Pakistan—produksinya juga menurun.

Guncangan ini tidak mampu diimbangi peningkatan produksi oleh negara eksportir utama gula dunia, Brasil. Akibatnya, produksi gula global turun tajam 5,4 persen menjadi 158,5 juta ton. Supply shock membuat panik pasar. Dalam kondisi demikian, operasi pasar, penurunan bea masuk, dan penambahan kuota impor tak efektif. Mengapa?

Pertama, stok tidak sepenuhnya dalam kendali pemerintah.

Kedua, kita tidak bisa serta- merta impor. Sebelum liberalisasi pasar atas desakan IMF pada 1998, produksi gula dalam negeri dan impor di tangan Bulog. Kini pasar gula bersifat oligopoli, mudah dikuasai segelintir orang, pintu keluar terbatas, dan mudah jadi ajang spekulasi.

Dugaan gula dikendalikan Delapan Samurai itu nyata dan hanya menguntungkan pedagang/ spekulan, bukan produsen dan konsumen. Contoh, PT Perkebunan Nusantara XI menggelar lelang dua kali sebulan, rata-rata 10.000 ton gula sekali lelang. Pengusaha menyediakan dana talangan Rp 53,5 miliar (Rp 5.350 x 10.000 ton gula). Pekan lalu, rata-rata harga lelang Rp 8.361/kg. Pengusaha berhak 40 persen atas selisih harga talangan dan harga lelang, sisanya bagian petani. Artinya, dalam 15 hari, pengusaha penyedia dana untung Rp 12,046 miliar (22,5 persen).

Kini pemerintah mempunyai dua pilihan: melakukan intervensi harga atau tidak. Jika intervensi, pemerintah bisa menugaskan Bulog menjadi penyedia sebagian dana talangan petani. Sebagian lagi dana talangan diserahkan ke swasta lewat lelang. Dengan cara itu, plus penguasaan gula BUMN, pangsa gula yang dikuasai Bulog untuk buffer stock memadai. Ini bisa menjadi modal Bulog mengendalikan harga.

Jika tidak ada intervensi, pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk meringankan beban orang miskin dengan memberi subsidi harga seperti program raskin. Apa pun pilihannya, beleid harus segera diambil. Bukan saatnya membiarkan harga gula seperti layang-layang putus.

Stabilisasi Kebutuhan Pokok

Dalam beberapa pekan ini media massa di Tanah Air intens melaporkan kesulitan ekonomi yang dialamimasyarakatgolongan ekonomi kecil. Mereka tidak hanya didera harga-harga pangan (beras, gula, terigu,danminyak goreng) yang terus melangit, tapi juga digerusbiaya kesehatan dan pendidikanyang takterjangkau.Harga beras, gula dan minyak goreng pekan ketiga Januari 2010 naik 10-15% ketimbang Oktober lalu.Warga antreberas, guladan minyak goreng dalam operasi pasar jadisesuatu yanglumrah.

Mau tidak mau, mereka harus merealokasi keranjang pengeluaran.Pertama, dana pendidikan dan kesehatan dipangkas, lalu dialihkan ke pangan.Ini terjadi karena 60-80% pengeluaran keluarga miskin tersedot untuk pangan. Atau, kedua, jumlah dan frekuensi makan dikurangi.Jenis pangan inferior (murah dengan kandungan energi-protein rendah) jadi pilihan. Dampaknya, konsumsi energi dan protein menurun. Bagi orang dewasa, ini berpengaruh pada produktivitas kerja dan kesehatan. Buat ibu hamil/menyusui dan anak balita akan berdampak buruk pada perkembangan kecerdasan anak. Terbayang akan lahir generasi IQ jongkok, dan SDM yang tak bisa bersaing dalam kompetisi yang kian ketat.

Pemerintah merancang strategi stabilisasi harga kebutuhan pokok. Minyak goreng dangula disubsidi. Sedangkan subsidi terigu dan kedelai -lewat pembebasan PPN-tidak lagi diberikan seperti rentang tahun 2008-2009. Bahkan, untuk menjamin keberhasilan stabilisasiharga pangan pemerintah menambah subsidisebesarRp 8,2 triliun. Tambahan anggaran inidialokasikan untuk pengadaanberas untuk rakyat miskin (raskin), stabilisasi harga minyak goreng,guladanpupuk.Jadi, dalamAPBN-P 2010 total subsidi nonenergi naik dari Rp 51,3 triliunmenjadi Rp 59,5 triliun.Penyaluran raskin juga dipercepat.

Untuk meredam harga, pemerintah menggelaroperasi pasar. Pertanyaannya, bisakah operasi pasar meredam harga? Operasipasaradalah instrumen jangka pendek. Operasi pasar fungsinya tak lebih sebagai tukang pemadam kebakaran. Tujuannya, untuk mempengaruhi harga. Namun, efektivitas operasi pasar dalam mempengaruhi harga tergantung banyak faktor: stok pemerintah, besarnyapanganyang digerojok di pasar, stok yang dikuasai pedagang/spekulan, dan psikologi publik. Oleh karena itu, operasi pasar sebenarnya bukaninstrumen ampuhgunamengatasi instabilitas hargadomestik.

Berbeda dengan di era Orde Baru yang instrumen dan kelembagaannya komplet, sekarang kita tidak memiliki instrumen dan aransemen stabilisasipangandomestik.Dulu,sejumlah komoditas strategis (beras, gula, kedele, minyak goreng dan terigu) distabilisasi melalui Bulog. Kini, Bulog yang mengelola beras. Dalam kondisi demikian, raskin sebagai “benteng pertahanan” akhir perut warga justru dipangkas, baikjumlah rumah tangga sasaran penerima raskin(dari 18,5 juta jadi 17,5 juta) maupun volume beras yang disalurkan(dari 15 kg jadi 13 kg per bulan). Ini terjadikarena pagu subsidi pangan menurun dari Rp 13 triliun pada APBN-P 2009 jadi Rp 11,84 triliun pada APBN 2010.

Agarkerugianbergandainstabilitastak terjadi, opsi stabilisasi harga kebutuhan pokok jadi relevan. Apaarti kebutuhan pokok bagi warga?Paper Edward Miguel, Shanker Satyanath dan Ernest Sergenti, Economic Shocks and Civil Conflict: An Instrumental Variables Approach (Journal of Political Economy, 2004) bisa membantu. Paper itu menganalisis kaitan curah hujan dan perang sipil di 41 negara Afrika antara 1981-999. Hasilnya, penurunan curah hujan di negara-kebanyakan negara agraris-dalam periode tanam tertentu signifikan menurunkan ekonomidalam jangka pendek, dan pada gilirannya menimbulkan perang sipil.Tak ada perbedaan dalam hubungan sebab akibat itu di negara yang lebih kaya, lebih demokratis, atau negara beretnik beragam.

Ini revelan bagi kita: kemampuan sebuah rezim dalam menyediakan penghidupan yang layak bagi warga akan menentukan situasi sosial-politik. Reformasi telah mengubah peran pemerintah di satu sisi dan peran sektor swasta, warga sipil dan dunia internasional di sisi lain. Tapi sistem ekonomi nyaris tak berubah.Di sisi lain, peran pemerintah kian menciut, diikuti naiknya peran swasta dan warga sipil.Menguatnya daya tawar rakyat vis a vis negara yang lemah mustinya merubah struktur ekonomi dan pemerataan. Logika itu tak terjadi. Kaum kapitalis kian sulit diatur. Sebaliknya, lembaga pengemban pelayanan publik (bulog, sekolah, rumah sakit,PLN, Pertamina) dipreteli tugasnya atau diprivatisasi.

Yang terjadi kemudian, pemerintah kian lumpuh dalam memenuhi kebutuhan pokok. Ketika fungsi kian menciut, peran pemerintah -salah satunya– bisa difokuskan pada stabilisasi harga kebutuhan pokok. Di saat anggaran terbatas, tentu tidak bijaksana meniru Malaysia yang menstabilkan 32 jenis kebutuhan pokok. Pemerintah telah menetapkan empat pangan pokok (beras, guladan minyak goreng) dan minyak tanah sebagai sasaran stabilisasi. Apakah pilihansejumlahkomoditas ini tepat? Agar tidak muspro, perlu pendalaman serius. Pilihan mustinya didasari penting-tidaknya komoditas tersebut bagi konsumen, produsen, dan kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi (makro).

Apa pun, stabilisasi harga kebutuhan pokok tidak bisa ditawar-tawar. Stabilisasi tidak hanya menguntungkan produsen dan konsumen. Studi Dawe (1997) membuktikan, stabilisasi berasmisalnyatidak hanya menguntungkan produsen dan konsumen ( microeconomics benefit),tetapi jugamampumendorong pertumbuhan ekonomi, mendongkrak investasi di sektor beras/padi dan sektor-sektorlain yang terkait ( macroeconomics benefit). Bahkan, lebih jauh, stabilisasi juga akan mengerem inflasi, menjungkit pasar kerja, dan meredam keresahan sosial-politik.Sebuah rezim yang ingin langgengdan stabiltentu tidak akan menyia-nyiakan peran pentingstabilitas panganini.