Klitoris berbentuk seperti kuncup yang dapat ditemukan di puncak bagian bibir dalam genitalia perempuan (bibir vagina), diyakini banyak pakar seksologi memiliki daya tarik seksual luar biasa.
Dalam bukunya, The Art of Sexual Magic, Margo Anand, seksolog dari India mengulas teknik-teknik jitu memuaskan pasangan dengan cara memberikan sentuhan erotis pada bagian klitoris.
Teknik dasar sentuhan klitoris itu bisa diumpamakan dengan teknik pengolesan mentega pada roti. Untuk melakukan teknik ini pergunakan dua jari, ibu jari dan telunjuk.
Masukan jari itu ke dalam Mrs V sampai menyentuh ujung klitoris. Tahan klitoris di kedua jari lalu gulirkan sedikit.
Temukan titik peka dengan melihat reaksi pasangan, lalu mulailah menggosokkannya naik-turun. Irama yang paling nikmat adalah satu sentuhan perdetik.
Setelah pasangan merasakan kenikmatan luar biasa, cobalah teknik lain yaitu sentuhan ganda. Dalam teknik ini, ibu jari banyak bermain untuk memberikan sentuhan naik-turun, sementara jari telunjuk meraba dengan gerakan melingkar di sisi yang lainnya.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan teknik sentuhan lingkar. Ibu jari hanya terdiam di satu sisi klitoris, sedangkan jari telunjuk telunjuk bergerak melingkar dari akar menuju ujung klitoris. Rabalah dengan pelan dan mesra.
Beri rangsangan terus menerus pada pasangan Anda dengan melakukan gosokkan ujung. Tahan bagian akar klitoris dengan ibu jari dan jari tengah.
Gunakan jari telunjuk Anda memijit ujungnya dengan penuh kenikmatan. Amati setiap reaksi yang terjadi pada pasangan. Tanyakan dengan mesra teknik mana yang paling dia sukai, sehingga Andapun bisa memberikan kenikmatan luar biasa terhadap pasangan.
Jumat, 04 Februari 2011
Pasangan Rajin ML Tingkatkan Kualitas Sperma?
Menurut penelitian terbaru, melakukan hubungan seks setiap hari meningkatkan kualitas sperma pria dan direkomendasikan bagi pasangan yang sedang mencoba untuk memiliki anak.
Berdasarkan penelitian Dr. David Greening dari Sydney IVF, sebuah pusat perawatan kemandulan dan in vitro fertilisation (IVF) Australia, menganjurkan bahwa pemantangan bukanlah pendekatan tepat.
Ia meneliti 118 pria dengan DNA sperma rusak di atas rata-rata dan menemukan kualitas sperma mereka meningkat secara signifikan setelah mereka diberitahukan berejakulasi tiap hari selama tujuh hari.
"Rata-rata, indeks fragmentasi DNA mereka - suatu ukuran dari kerusakan sperma - turun menjadi 26% dari 34%," kata Greening pada European Society of Human Reproduction and Embryology di Amsterdam.
Hubungan seks yang sering memang mengurangi volume air mani, tapi ini bukanlah masalah bagi kebanyakan pria.
"Nampaknya aman untuk menyimpulkan bahwa pasangan yang memiliki secara relatif parameter air mani yang normal harus melakukan hubungan seks setiap hari selama sampai satu minggu sebelum tanggal ovulasi," ujar David.
"Di dalam konteks reproduksi yang dibantu, perawatan sederhana ini bisa membantu meningkatkan kualitas sperma, dan pada akhirnya mencapai kehamilan." tambahnya.
Greening mengatakan bahwa kemungkinan besar ejakulasi yang sering meningkatkan kualita sperma dengan mengurangi lamanya waktu mereka terpapar oleh molekul yang berpotensi merusak, yang dinamakan spesies oksigen reaktif di dalam saluran testikuler.
Berdasarkan penelitian Dr. David Greening dari Sydney IVF, sebuah pusat perawatan kemandulan dan in vitro fertilisation (IVF) Australia, menganjurkan bahwa pemantangan bukanlah pendekatan tepat.
Ia meneliti 118 pria dengan DNA sperma rusak di atas rata-rata dan menemukan kualitas sperma mereka meningkat secara signifikan setelah mereka diberitahukan berejakulasi tiap hari selama tujuh hari.
"Rata-rata, indeks fragmentasi DNA mereka - suatu ukuran dari kerusakan sperma - turun menjadi 26% dari 34%," kata Greening pada European Society of Human Reproduction and Embryology di Amsterdam.
Hubungan seks yang sering memang mengurangi volume air mani, tapi ini bukanlah masalah bagi kebanyakan pria.
"Nampaknya aman untuk menyimpulkan bahwa pasangan yang memiliki secara relatif parameter air mani yang normal harus melakukan hubungan seks setiap hari selama sampai satu minggu sebelum tanggal ovulasi," ujar David.
"Di dalam konteks reproduksi yang dibantu, perawatan sederhana ini bisa membantu meningkatkan kualitas sperma, dan pada akhirnya mencapai kehamilan." tambahnya.
Greening mengatakan bahwa kemungkinan besar ejakulasi yang sering meningkatkan kualita sperma dengan mengurangi lamanya waktu mereka terpapar oleh molekul yang berpotensi merusak, yang dinamakan spesies oksigen reaktif di dalam saluran testikuler.
Seks Bermanfaat untuk Kesehatan Bagi Semua Pasangan
Tahukah Anda bahwa seks yang baik menawarkan kedua hal tersebut, dan lebih banyak lagi?
Banyak orang yang kurang menyadari segudang manfaat kesehatan yang ditimbulkan akibat ML. Baik itu dari segi aspek fisik maupun psikologis. Seks ternyata memberikan manfaat untuk status kesehatan seseorang.
Mengurangi stres
Manfaat kesehatan yang besar dari seks adalah menurunkan tekanan darah dan pengurangan tingkat stres secara keseluruhan. Ini menurut para peneliti dari Skotlandia yang melaporkan temuan mereka dalam jurnal 'Biological Psychology'.
Penelitian ini melibatkan 46 responden yang menyimpan catatan aktivitas ML mereka. Lalu para peneliti menghadapkan mereka pada situasi yang memicu stres dan mencatat tekanan darah mereka sebagai respons terhadap stres.
Mereka yang mengalami intercourse memiliki respons lebih baik daripada mereka yang melakukan aktivitas seksual lainnya atau sama sekali tidak melakukan.
Meningkatkan kekebalan tubuh
Berdasarkan penelitian universitas di Wilkes Barre, Pa. IgA, ML sebanyak 1-2 kali dalam sepekan berkaitan dengan tingginya kadar antibodi yang disebut dengan Imunoglobulin A (IgA). Peran antibodi itu dapat melindungi tubuh manusia secara alami dari ancaman influenza dan infeksi lainnya.
Memperbaiki kesehatan jantung
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health, didapatkan bahwa ML dua kali atau lebih dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung pada separuh pria. Itu bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan ML kurang dari satu kali per bulan.
Membangun kepercayaan diri
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Archives of Sexual Behavior, membangun kepercayaan diri merupakan satu dari 237 alasan seseorang melakukan ML.
Lebih lanjut Gina Ogden, PhD, seorang terapis seksual dari Cambridge mengemukakan, "ML yang baik dimulai dengan kepercayaan diri. Apabila hubungan seksual tersebut diikuti dengan cinta, apa yang Anda inginkan, dan komitmen, maka kepercayaan diri Anda akan bertambah."
Mengurangi risiko kanker prostat
Ejakulasi yang rutin pada usia 20-an, dapat mengurangi risiko kanker prostat di usia mendatang, peneliti Australia melaporkan dalam British Journal of Urology International.
Ketika para peneliti memantau para laki-laki yang terdiagnosa kanker prostat dan mereka yang tidak, para peneliti tidak menemukan hubungan antara jumlah seks dan kanker protat sebagaimana mereka mencapai usia 30-an, 40-an dan 50-an.
Namun mereka menemukan bahwa laki-laki yang mengalami ejakulasi lima kali atau lebih dalam seminggu ketika berusia 20-an mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga sepertiganya. Dan ada juga penelitian lain yang menyebutkan hal serupa.
Meningkatkan keintiman pasangan
Ketika seseorang mengalami orgasme, maka kadar hormon oksitosin meningkat. Hormon itu lebih dikenal dengan 'hormon cinta'. Oksitosin dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat.
Penelitian mengenai oksitosin itu dilakukan universitas di Pittsburg dan Carolina Utara yang mengevaluasi 59 wanita premenopause sebelum dan sesudah melakukan pelukan erat dengan suami mereka. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kontak erat, semakin tinggi oksitosin.
Kualitas tidur lebih baik
Oksitosin yang dilepaskan sewaktu orgasme juga dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Dan dapat digarisbawahi bahwa kualitas tidur yang baik berarti peningkatan kualitas hidup lebih baik lagi
Banyak orang yang kurang menyadari segudang manfaat kesehatan yang ditimbulkan akibat ML. Baik itu dari segi aspek fisik maupun psikologis. Seks ternyata memberikan manfaat untuk status kesehatan seseorang.
Mengurangi stres
Manfaat kesehatan yang besar dari seks adalah menurunkan tekanan darah dan pengurangan tingkat stres secara keseluruhan. Ini menurut para peneliti dari Skotlandia yang melaporkan temuan mereka dalam jurnal 'Biological Psychology'.
Penelitian ini melibatkan 46 responden yang menyimpan catatan aktivitas ML mereka. Lalu para peneliti menghadapkan mereka pada situasi yang memicu stres dan mencatat tekanan darah mereka sebagai respons terhadap stres.
Mereka yang mengalami intercourse memiliki respons lebih baik daripada mereka yang melakukan aktivitas seksual lainnya atau sama sekali tidak melakukan.
Meningkatkan kekebalan tubuh
Berdasarkan penelitian universitas di Wilkes Barre, Pa. IgA, ML sebanyak 1-2 kali dalam sepekan berkaitan dengan tingginya kadar antibodi yang disebut dengan Imunoglobulin A (IgA). Peran antibodi itu dapat melindungi tubuh manusia secara alami dari ancaman influenza dan infeksi lainnya.
Memperbaiki kesehatan jantung
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health, didapatkan bahwa ML dua kali atau lebih dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung pada separuh pria. Itu bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan ML kurang dari satu kali per bulan.
Membangun kepercayaan diri
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Archives of Sexual Behavior, membangun kepercayaan diri merupakan satu dari 237 alasan seseorang melakukan ML.
Lebih lanjut Gina Ogden, PhD, seorang terapis seksual dari Cambridge mengemukakan, "ML yang baik dimulai dengan kepercayaan diri. Apabila hubungan seksual tersebut diikuti dengan cinta, apa yang Anda inginkan, dan komitmen, maka kepercayaan diri Anda akan bertambah."
Mengurangi risiko kanker prostat
Ejakulasi yang rutin pada usia 20-an, dapat mengurangi risiko kanker prostat di usia mendatang, peneliti Australia melaporkan dalam British Journal of Urology International.
Ketika para peneliti memantau para laki-laki yang terdiagnosa kanker prostat dan mereka yang tidak, para peneliti tidak menemukan hubungan antara jumlah seks dan kanker protat sebagaimana mereka mencapai usia 30-an, 40-an dan 50-an.
Namun mereka menemukan bahwa laki-laki yang mengalami ejakulasi lima kali atau lebih dalam seminggu ketika berusia 20-an mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga sepertiganya. Dan ada juga penelitian lain yang menyebutkan hal serupa.
Meningkatkan keintiman pasangan
Ketika seseorang mengalami orgasme, maka kadar hormon oksitosin meningkat. Hormon itu lebih dikenal dengan 'hormon cinta'. Oksitosin dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat.
Penelitian mengenai oksitosin itu dilakukan universitas di Pittsburg dan Carolina Utara yang mengevaluasi 59 wanita premenopause sebelum dan sesudah melakukan pelukan erat dengan suami mereka. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kontak erat, semakin tinggi oksitosin.
Kualitas tidur lebih baik
Oksitosin yang dilepaskan sewaktu orgasme juga dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Dan dapat digarisbawahi bahwa kualitas tidur yang baik berarti peningkatan kualitas hidup lebih baik lagi
Rahasia Seks Para Kaisar China
Sama seperti para raja di berbagai belahan dunia lain, para kaisar China juga suka berburu. Ada saatnya bagi para raja keluar diiringi pembantu setia dan para pengawal.
Kelinci dan utamanya kijang adalah binatang yang acap jadi sasaran tembak panah sang raja. Selain dagingnya enak, binatang-binatang ini sangat lincah dan larinya tak kalah hebat dibanding kuda-kuda yang ditunggangi kaisar dan pengikutnya.
Jadi, kaisar bisa sekaligus olah fisik berkuda. Saat keringat membasahi jubah emas sang raja yang berkilau diterpa mentari itulah gairah memburu makin menggebu. Selain itu, sang raja tak hanya termotivasi oleh sulitnya mendapatkan binatang-binatang yang lincah itu.
"Ada obat yang sedang dicari para kaisar itu!” tutur dr Rahmat, ahli pengobatan tradisional China atau traditional chinese medicine (TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, tempatnya berpraktik.
Tiap kali seekor kijang muda tertembus panah sang raja, tanduk kijang atau rusa langsung dipotong. "Darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum,” tutur Rahmat. Itulah obat manjur bagi kejantanan sang raja.
Puluhan ribu
Ini sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah kuno. Tegukan tetes darah dari tanduk rusa adalah sebagian kecil ramuan yang digunakan para kaisar China untuk meningkatkan stamina dan kejantanan. "Ada ribuan ramuan yang digunakan," tutur Rahmat.
Namun, tentu saja, ribuan ramuan itu sudah merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal/simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.
Kata Rahmat, inti dari ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan menguatkan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, serta cistanche salsa atau bila di China disebut roucongrong).
Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti tai chi bahkan kungfu tidak selalu dilakukan para kaisar, meski ada juga kaisar yang menggunakan latihan fisik ini demi memperkuat stamina di ranjang.
"Tai chi, misalnya, bermanfaat untuk memperkuat pinggang," kata sinse David Sungahandra. Selain itu, resep-resep pendongkrak ini pastinya berbeda antara tabib dari kaisar yang satu dan tabib-tabib dari kaisar sebelum atau sesudahnya.
“Resep-resep ini penting bagi para kaisar karena mereka setiap hari sibuk dengan berbagai urusan kenegaraan, entah itu rapat, bertemu dengan orang, atau tanda tangan ini-itu,” urai Rahmat. Jadi, para kaisar perlu pendongkrak agar staminanya tetap 'jreng.
Sementara itu, yang mesti didatangi kaisar adalah selir-selir yang jumlahnya puluhan. Jadi, dengan jadwal yang ketat, kaisar harus mengikuti berbagai protokoler yang dibuat, mulai dari minum resep yang disajikan, sampai hari dan siapa yang harus didatangi.
Pijat, mandi, dan dandan
Sejak siang, para selir yang sudah tahu bakal dikunjungi kaisar di peraduannya mesti menyiapkan diri. "Pijat, mandi, dan dandan yang cantik adalah bagian dari protokol yang harus dijalani para selir yang sudah saatnya melayani kaisar," ujar Rahmat.
Bagi kaisar, prosedur tak sebegitu rumit. Sang raja cukup mandi dan diberi ramuan obat sore harinya sebelum membuat para selir ini 'terjungkir balik' di ranjang pada malam harinya.
Kelinci dan utamanya kijang adalah binatang yang acap jadi sasaran tembak panah sang raja. Selain dagingnya enak, binatang-binatang ini sangat lincah dan larinya tak kalah hebat dibanding kuda-kuda yang ditunggangi kaisar dan pengikutnya.
Jadi, kaisar bisa sekaligus olah fisik berkuda. Saat keringat membasahi jubah emas sang raja yang berkilau diterpa mentari itulah gairah memburu makin menggebu. Selain itu, sang raja tak hanya termotivasi oleh sulitnya mendapatkan binatang-binatang yang lincah itu.
"Ada obat yang sedang dicari para kaisar itu!” tutur dr Rahmat, ahli pengobatan tradisional China atau traditional chinese medicine (TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, tempatnya berpraktik.
Tiap kali seekor kijang muda tertembus panah sang raja, tanduk kijang atau rusa langsung dipotong. "Darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum,” tutur Rahmat. Itulah obat manjur bagi kejantanan sang raja.
Puluhan ribu
Ini sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah kuno. Tegukan tetes darah dari tanduk rusa adalah sebagian kecil ramuan yang digunakan para kaisar China untuk meningkatkan stamina dan kejantanan. "Ada ribuan ramuan yang digunakan," tutur Rahmat.
Namun, tentu saja, ribuan ramuan itu sudah merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal/simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.
Kata Rahmat, inti dari ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan menguatkan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, serta cistanche salsa atau bila di China disebut roucongrong).
Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti tai chi bahkan kungfu tidak selalu dilakukan para kaisar, meski ada juga kaisar yang menggunakan latihan fisik ini demi memperkuat stamina di ranjang.
"Tai chi, misalnya, bermanfaat untuk memperkuat pinggang," kata sinse David Sungahandra. Selain itu, resep-resep pendongkrak ini pastinya berbeda antara tabib dari kaisar yang satu dan tabib-tabib dari kaisar sebelum atau sesudahnya.
“Resep-resep ini penting bagi para kaisar karena mereka setiap hari sibuk dengan berbagai urusan kenegaraan, entah itu rapat, bertemu dengan orang, atau tanda tangan ini-itu,” urai Rahmat. Jadi, para kaisar perlu pendongkrak agar staminanya tetap 'jreng.
Sementara itu, yang mesti didatangi kaisar adalah selir-selir yang jumlahnya puluhan. Jadi, dengan jadwal yang ketat, kaisar harus mengikuti berbagai protokoler yang dibuat, mulai dari minum resep yang disajikan, sampai hari dan siapa yang harus didatangi.
Pijat, mandi, dan dandan
Sejak siang, para selir yang sudah tahu bakal dikunjungi kaisar di peraduannya mesti menyiapkan diri. "Pijat, mandi, dan dandan yang cantik adalah bagian dari protokol yang harus dijalani para selir yang sudah saatnya melayani kaisar," ujar Rahmat.
Bagi kaisar, prosedur tak sebegitu rumit. Sang raja cukup mandi dan diberi ramuan obat sore harinya sebelum membuat para selir ini 'terjungkir balik' di ranjang pada malam harinya.
Pisang, Obat Stres Alami
Pisang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Selain mengandung fructooligosaccharides (FOS) yang mampu menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung, pisang juga mengandung nutrisi penghilang stres.
Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, zat mino triptofan yang terkandung dalam pisang mampu meningkatkan produksi serotonin atau dikenal sebagai 'hormon bahagia'. Peningkatan hormon ini jelas ampuh memperbaiki mood dan menstabilkan emosi.
Pisang juga mengandung vitamin B yang membantu mengontrol sistem saraf. Oleh karenanya, selain menimbulkan rasa bahagia, konsumsi pisang juga membuat tubuh terasa lebih relaks.
Sementara itu, kandungan kalium dalam pisang efektif menstabilkan detak jantung sehingga suplai oksigen ke otak pun lancar. Ini penting, karena umumnya detak jantung menjadi tak beraturan saat stres mendera.
Itulah mengapa pisang dianjurkan sebagai camilan pencegah depresi. Konsumsi pisang efektif melindungi tubuh dari stres berlebih. Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah ini setiap hari.
Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, zat mino triptofan yang terkandung dalam pisang mampu meningkatkan produksi serotonin atau dikenal sebagai 'hormon bahagia'. Peningkatan hormon ini jelas ampuh memperbaiki mood dan menstabilkan emosi.
Pisang juga mengandung vitamin B yang membantu mengontrol sistem saraf. Oleh karenanya, selain menimbulkan rasa bahagia, konsumsi pisang juga membuat tubuh terasa lebih relaks.
Sementara itu, kandungan kalium dalam pisang efektif menstabilkan detak jantung sehingga suplai oksigen ke otak pun lancar. Ini penting, karena umumnya detak jantung menjadi tak beraturan saat stres mendera.
Itulah mengapa pisang dianjurkan sebagai camilan pencegah depresi. Konsumsi pisang efektif melindungi tubuh dari stres berlebih. Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah ini setiap hari.
Aktor Dan Anggota DPR RI Adjie Massaid Telah Wafat
Sebuah kabar mengejutkan datangnya dari Rumah Sakit Fatmawati tentang meninggalnya seorang aktor yang kini menjabat anggota DPR. Adjie Massaid meninggal dunia pada hari Sabtu (5/2/2011) sekitar pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Sebelum meninggal, Adjie sempat bermain futsal bersama temannya Gatot Bradjamusti atau yang biasa disapa Aa gatot. Menurut Aa Gatot, saat itu Adjie dalam kondisi yang sehat saat bermain futsal. Namun setelah itu Aa Gatot sempat mendengar keluhan Adjie bahwa dirinya mengalami sakit di bagian ulu hati.
Banyak pihak yang tak percaya mengenai meninggalnya Adjie, termasuk salah seorang rekan partainya Jafar Hafsah. Menurutnya, Adjie tidak pernah mengeluhkan sakitnya bahkan tak pernah ada tanda-tanda sebelumnya. Mendengar hal itu, Jafar langsung segera menuju Rumah Sakit Fatmwati untuk memperoleh kepastian.
Menurut informasi, Adjie meninggal karena serangan jantung. Keterangan mengenai penyebab meninggalnya politisi Partai Demokrat ini diberikan oleh Linda, salah seorang kerabat Adjie.
Aktor yang memiliki nama asli Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1967. Adjie memulai karirnya di dunia hiburan sebagai model.
Sepanjang karirnya, Adjie sudah membintangi beberapa layar lebar, di antaranya, 'Cinta Dalam Sepotong Roti', 'Rini Tomboy' dan 'Asmara'. Adjie juga populer lewat perannya di sinetron 'Buku Harian'.
Pada 1999, Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia dan dikaruniai dua anak, Zahwa dan Aaliya. Hubungan pernikahan Adjie dan Reza hanya bertahan 4 tahun. Mereka bercerai pada 17 Januari 2005.
Adjie kemudian menikah lagi dengan Angelina Sondakh pada 2009 lalu. Dari pernikahannya dengan Angie, Adjie mendapat seorang anak, Keanu Jabaar Massaid.
Selamat jalan Adjie, semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.
Sebelum meninggal, Adjie sempat bermain futsal bersama temannya Gatot Bradjamusti atau yang biasa disapa Aa gatot. Menurut Aa Gatot, saat itu Adjie dalam kondisi yang sehat saat bermain futsal. Namun setelah itu Aa Gatot sempat mendengar keluhan Adjie bahwa dirinya mengalami sakit di bagian ulu hati.
Banyak pihak yang tak percaya mengenai meninggalnya Adjie, termasuk salah seorang rekan partainya Jafar Hafsah. Menurutnya, Adjie tidak pernah mengeluhkan sakitnya bahkan tak pernah ada tanda-tanda sebelumnya. Mendengar hal itu, Jafar langsung segera menuju Rumah Sakit Fatmwati untuk memperoleh kepastian.
Menurut informasi, Adjie meninggal karena serangan jantung. Keterangan mengenai penyebab meninggalnya politisi Partai Demokrat ini diberikan oleh Linda, salah seorang kerabat Adjie.
Aktor yang memiliki nama asli Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1967. Adjie memulai karirnya di dunia hiburan sebagai model.
Sepanjang karirnya, Adjie sudah membintangi beberapa layar lebar, di antaranya, 'Cinta Dalam Sepotong Roti', 'Rini Tomboy' dan 'Asmara'. Adjie juga populer lewat perannya di sinetron 'Buku Harian'.
Pada 1999, Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia dan dikaruniai dua anak, Zahwa dan Aaliya. Hubungan pernikahan Adjie dan Reza hanya bertahan 4 tahun. Mereka bercerai pada 17 Januari 2005.
Adjie kemudian menikah lagi dengan Angelina Sondakh pada 2009 lalu. Dari pernikahannya dengan Angie, Adjie mendapat seorang anak, Keanu Jabaar Massaid.
Selamat jalan Adjie, semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.
Senin, 31 Januari 2011
RETORIKA
A. Pengertian Retorika
Retorika adalah teknik pemakaian bahasa seni, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik.
Dua aspek penting dalam retorika adalah; pengetahuan mengenai bahasa dan penggunaan bahasa dengan baik.
Studi tentang retorika mempengaruhi kebudayaan Eropa mulai jaman kuno hingga abad XVII M. Pada abad XVII, retorika dianggap tidak penting lagi. Pada abad XX kembali mengambil tempat lagi sebagai cara untuk menyajikan berbagai macam bidang pengetahuan dalam bahasa yang baik dan efektif.
Retorika menitiberatkan pada seni oratori atau teknik berpidato.
Beberapa pengertian retorika modern:
Tujuan retorika untuk menerangkan kaidah-kaidah yang menjadi landasan dari tulisan yang bersifat prosa atau wacana lisan yang berbentuk pidato atau ceramah,untuk mempengaruhi sikap dan perasaan orang.
Prinsip-prinsip mengenai komposisi pidato yang persuasif dan efektif, maupun ketrampilan yang harus dimiliki seorang orator.
Prinsip-prinsip mengenai komposisi prosa pada umumnya, baik yang dimaksudkan untuk penyajian lisan maupun untuk penyajian tertulis, entah yang bersifat fiktif atau yang bersifat ilmiah.
Kumpulan ajaran teoritis mengenai seni komposisi verbal, baik prosa maupun puisi, beserta upaya-upaya yang digunakan dalam kedua jenis komposisi verbal tersebut.
B. Jaman Yunani
Retorika mula-mula tumbuh dan berkembang di Yunani pada abad V dan IV sebelum Masehi.
Pengertian asli retorika adalah sebuah telaah atau studi simpatik tentang oratoria.
Orang yang pertama-tama dianggap memperkenalkan oratori adalah orang Yunani Sicilia, tetapi tokoh pendiri sebenarnya adalah Corax dari Sirakusa (500 SM) yang meletakkan sistematika oratori atas lima bagian, yaitu:
Poem atau pengantar dari pidato yang akan disampaikan.
Diegesis atau Narratio: bagian yang mengandung uraian tentang pokok persoalan yang akan disampaikan.
Agon atau argumen; bagian pidato yang mengemukakan bukti-bukti mengenai pokok persoalan yang dikemukakan tersebut.
Parekbaksis atau Digressio; catatan pelengkap yang mengemukakan keterangan-keterangan lainnya yang dianggap perlu untuk menjelaskan persoalan tadi.
Peroratio; bagian penutup pidato yang mengemukakan kesimpulan dan saran-saran.
Terdapat tiga kontroversi tentang retorika yaitu: (1) menyangkut persoalan pemakaian unsur stilistika, (2) masalah hubungan antar retorika dan moral, dan (3) masalah pendidikan.
Kontroversi pertama: terdapat tiga aliran, yaitu: menyetujui penggunaan unsur-unsur stilistika, yang menolak, berada di luar kedua aliran pertama.
Gorgias dan Leontini, mula-mula memperkenalkan retorika pada orang Athena (42 SM) yang berpendapat perlu menggunakan upaya-upaya stilistika dalam retorika seperti: epitet-epitet penuh hiasan, antitese-antitese, terminasi (akhir kata) penuh ritme dan bersajak yang terdapat pada pidato maupun narasi historis Thucydides dan argumentasi sandiwara dari Euripides. Pemakaian unsur stilistika yang berlebihan tersebut dianggap berlebihan oleh Lysias yang menyukai gaya simple. Kemudian kedua teori tersebut dimentahkan oleh Demosthenes.
Kontroversi kedua menyangkut masalah retorika dan moral; Gorgias mengemukanan bahwa dalam berpidato, seorang orator harus bermoral, karenanya retorika dianggap tiadak perlu/mubazir.
Kontroversi ketiga: terdapat pada bidang pendidikan. Retorika memicu para ahli retorika untuk memasukkan kurikulum yang berbeda dalam materi tersebut.
Isocrates (perimasukkan pertengahan abad IV): aspek-aspek politik dapat dimasukkan dalam retorika.
Gorgias: membicarakan masalah etika dan politik
Phaeradus: membicarakan etika dan mistik.
Sokrates: memaklumkan retorika sebagai seni dangkal yang mengambil bagian dalam ilmu fillsafat
Aristoteles: Logika formal merupakan dasar yang tepat bagi pidato yang jujur dan efektif baik dalam dewan legislatif maupun pengadilan. Kemudian dalam buku Rhetorica, aristoteles membedakan tiga jenis pidato:
a. Pidato yudisial (legal/forensik), mengenai perkara di pengadilan yang menyangkut apa yang terjadi dan tidak pernah terjadi.
b. PidatoPidato deliberatif (politik/suasoria), berisi nasihat yang disampaiakn penasihat mengenai hal yang patut dan tidak patut dilakukan.
c. Pidato epideiktik (demonstratif), untuk pementasan dan upacara-upacara ibadah berisi tentang kecaman dan pujian yang terjadi sekarang.
C. Jaman Romawi (300 sebelum Masehi -130 Masehi)
Retorika pada Jaman ini dibawa dan diajarkan oleh seorang budak Yunani Livius Andronicus (284-204 SM). Ahli-ahli retorika yang terkenal pada jaman Romawi adalah: Appius Claudius Caecus (300 SM), Cato de Censoris, Ser. Sulpicius Galba, Caius Grechus, Marcus Antonius, dan Lucius Licinius Crassus.
Dua orang guru retorika Romawi yang terkenal adalah Cicero dan Quintilianus. M. Tullius Cicero menghasilkan tiga karya: De oratore (prinsip-prinsip oratori terbagi tiga: a. studi yang diperlukan orator; b. penggarapan topic pidato; c. bentuk penyajian sebuah pidato), Brutus dan Orator.
Karya terakhir yang terkenal pada jaman ini adalah: Institutio Oratoria kaeya Fabius Quintilianus.
D. Metode Retorika Klasik
Ada beberapa pokok masalah retorika, antara lain: (1) seni retorika, (2) masalah pidato, (3) situasi yang menimbulkan pidato.
Seni retorika. Terdapat lima langkah pembagian:
- Inventio/Heuresis: penemuan atau penelitian materi-materi yang mencangkup: menemukan, mengumpulkan, menganalisa, memilih materi yang cocok untuk berpidato. Menurut Aristoteles argumen-argumen harus dicari melalui rasio, moral dan afeksi.
- Dispositio/Taxis/Oikonomia: penyusunan dan pengurutan materi (argumen) dalam sebuah pidato.
- Elocutio atau Lexis: pengungkapan atau penyajian gagasan dalam bahasa yang sesuai. Ada tiga hal yang menjadi dasar elucutio: komposisi, kejelasan, langgam bahasa dari pidato; kerapian, kemurnian, ketajaman dan kesopanan dalam bahasa; kemegahan, hiasan pikiran dengan upaya retorika.
- Memoria/mneme: menghafalkan pidato, yaitu latihan untuk mengingat gagasan-gagasan dalam pidato yang sudah disusun.
- Actio/Hypokrisis: menyajikan pidato. Penyajian yang efektif dari sebuah pidatoakan ditentukan juga oleh suara, sikap dan gerak-gerik.
b. Masalah pidato. Aristoteles, Cicero dan Quintilianus membagi pidato atas lima bagian:
- Poem/exordium: bagian pembukaan/introduksi (jelas,sopan, singkat)
- Narratio/dicgesis: pernyataan mengenai kasus yang dibicarakan. Mengandung pernyataan mengenai fakta-fakta awal yang jelas, dipercaya, singkat dan menyenangkan.
- Agon/Argumen: menyajikan fakta-fakta atau bukti untuk membuktikan masalah atau kasus yang sedang dibicarakan.
- Refutatio/Lysis: bagian yang menolak fakta-fakta yang berlawanan. Pembicara menunjukkan bahwa keberatan-keberatan yang bersifat absurd,palsu/ tidak konsisten.
- Peroratio/epilogos: kesimpulan atau suatu rekapitulasi dari apa yang telah dikemukakan dengan suatu appeal emosional pada pendengar.
c. Situasi yang menimbulkan pidato
Merupakan semua faktor luar yang dapat mempengaruhi penyusunan pidato, cara membawakan pidato, untuk mencapai hasil yang optimal. Situasi juga mencangkup psikologi pendengar, tujuan pidato, sifat umum dan khusus pidato.
Metode Pendidikan Retorika meliputi: imitasi dan deklamasi
1. Imitasi
Merupakan cara untuk melatih membawakan pidato-pidato dengan meniru cara-cara yang biasa digunakan orator-orator klasik. Karya terkenal pada masa itu adalah Progymnasmata (Hermogenes (c. 150 AD) dari Tarsus, dan buku Antonius (c.400 AD), seorang murid Libanius dari Antiokia.
Deklamasi
Merupakan metode untuk menemukan suatu pokok persoalan yang dipergunakan dalam latihan akademis.
Dasar Latihan, merupakan teknik melatih diri untuk mencapai inti persoalan atau hal aktual yang sedang dihadapi.
E. Abad Pertengahan (V-XV)
Pada jaman Romawi, para kaisar memberi subsidi kepada sekolah-sekolah yang memasukkan retorika dalam silabus pendidikan. Sehingga ahli retorika yang dihasilkan bisa menjadi imam agung pada upacara resmi. Tapi tiga abad berikutnya pidato hanya dilakukan untuk peniruan masa lampau dengan metode imitasi dan deklamasi.
Retorika pada abad pertengahan digolongkan dalam tujuh kesenian liberal. Retorika, tatabahasa dan logika (dialektika) membentuk satu trivium (tiga serangkai). Bukubuku pegangan Abad pertengahan mengenai retorika mengikuti prinsip-prinsip klasik dengan membedakan tiga gaya tulisan: kuat, sedang dan lemah. Atau tinggi,menengah, rendah. Gaya tinggi bukan hanya menyangkut hiasan tetapi juga penggunaan figuratau warna retorika yang paling sulit dan tinggi martabatnya.
Terdapat enam langkah pidato (dispositio) pada abad pertengahan: (a) Exordium: sebuah pembukaan yang jelas, sopan tapi singkat, (b) Narratio: sebuah pernyataan dari fakta awal yang jelas, dipercaya, singkat dan menyenangkan. (c) Propositio: penyajian kasus, jika yang disajikan berbentuk isu disebut partitio, (d) Confirmatio: penyajian argumen. (e) Refutatio: penolakan atas keberatan-keberatan, bahwa keberatan itu tidak bersifat absud, palsu atau tidak konsisten, dan (f) peroratio: ringkasan, yaitu rangkuman dengan suatu appeal emosional.
F. Jaman Renaisance (XV-XVIII)
Pada jaman renaisance, tulisan-tulisan mannerisme menimbulkan reaksi keras yang merupakan wujud kembalinya retorika klasik yang bersifat imitatif. Pada abad XV dan XVI, buku-buku pegangan melanjutkan retorika sebagai seni untuk menyajikan dan menyiapkan langkah klasik mulai dari inventio, melalui dispositio, elocutio, dan memoria, berakhir pada actio. Tokoh yang terkenal adalah Petrarchus yang mempopulerkan metode imitasi.
Kedatangan sarjana-sarjana Byzantium ke Italia pada abad XV, menyebabkan sistematisasi teknik imitasi menyebar ke Barat. Kelahiran kembali (renaisance) retorika klasik tersebut ditandai dengan kelahiran retorika humanis.
Retorika humanis menghasilkan kamus, buku pegangan mengenai ungkapan dan eksempla (adages = peribahasa, anekdote, materi ilustratif) dalam bahasa Latin, dan prosedur-prosedur untuk menghafal. Sehingga aliran humanis menjadi aliran lebih baik dari Graeco-Roman dan Byzantium.
Sajak humaniora berupa sanjak-sanjak klasik, filsuf, ahli sejarah, ahli pidato, yang berbicara mengenai hidup dan nilai kemanusiaan., dipelajari dengan semangat yang tak terbatas karena orang-orang sudah merasa capai dengan skolastisisme dan teologi yang sudah merosot.
Humanis adalah kelompok maju yang melihat kebudayaan klasik, dengan kebijaksanaan moralnya, rasionalitas yang kritis, dan seni yang agung, sebagai tingkat yang paling tinggi dicapai manusia.
Sejak tahun 1550, aliran humanisme memiliki suatu pegangan yang kuat dalam pendidikan. Pada akhir abad Xvseorang humanis Belanda bernama Rodolphus Agricola mengingatkan bahwa penulis-penulis harus mengembangkan subyek penelitian mereka yang bertalian dengan genus, species, sebab, akibat, persamaan, dan pertentangan.
G. Kemunduran Retorika (XVIII-XX)
Aliran Ramisme menandai keruntuhan seni retorika klasik, karena dianggap berlebihan dan bukan hanya berdasar atas style saja.
Aliran positivisme logis menarik perhatian orang akan pentingnya mempelajari cara-cara mempergunakan bahasa dengan baik dan efektif.
Karya I.A. Richards yaitu philosophy of Rethoric (1941) menandaskan diperlukan adanya seni baru bagi wacana. Sehingga diperlukan usaha untuk menggaungkan retorika klasik yang saat ini sedang diusahakan oleh sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Amerika Serikat.
H. Retorika Modern
Retorika modern harusnya disampaikan secara efektif dan efisien dan lebih ditekankan kepada berbahasa secara tertulis, dengan tidak mengabaikan kemampuan secara lisan.
Berbahasa secara efektif diarahkan kepada hasil yang akan dicapai penulis dan pembaca, bahwa amanat yang yang ingin disampaikan dapat diterima dan utuh. Sedangkan secara efisien dimaksudkan bahwa alat atau cara yang dipergunakan untuk menyampaikan suatu amanat dapat membawa hasil yang besar, sehingga penulis dan pembicara tidak perlu mengulang dan berlebihan dalam penyampaian.
Sehinnga retorika modern lebih mengedepankan bahasa tertulis tanpa mengesampingkan bahasa lisan.
Prinsip-prinsip dasar retorika modern/ retorika komposisi:
1. Penguasaan secara aktif sejumlah besar kosa kata bahasa yang dikuasainya. Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai secara aktif, semakin mampu memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pikiran.
2. Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah ketatabahasaan yang memungkinkan penulis mempergunakan bermacam-macam bentuk kata dengan nuansa dan konotasi yang berbeda-beda. Kaidah-kaidah ini meliputi bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis.
3. Mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa, dan mampu menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih memudahkan penyampaian pikiran penulis.
4. Memiliki kemampuan penalaran yang baik, sehingga pikiran penulis dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.
5. Mengenal ketentuan-ketentuan teknis penyusunan komposisi tertulis, sehingga mudah dibaca dan dipahami, disamping bentuknya dapat menarik pembaca. Ketentuan teknis disini dimaksudkan dengan: masalah pengetikan/ pencetakan, cara penyusunan bibliografi, cara mengutip, dan sebagainya.
6. Dengan demikian pencorakan komposisi dalam retorika modern akan meliputi bentuk karangan yang disebut: eksposisi, argumentasi, deskripsi, dan narasi.
7. Eksposisi adalah suatu bentuk retorika yang tujuannya adalah memperluas pengetahuan pembaca, agar pembaca tahu mengenai apa yang diuraikan.
8. Argumentasi merupakan teknik untuk berusaha mengubah dan mempengaruhi sikap pembaca.
9. Deskripsi menggambarkan obyek uraian sedemikian rupa sehingga barang atau hal tersebut seolah-olah berada di depan mata pembaca.
10. Narasi merupakan teknik retorika untuk mengisahkan kejadian –kejadian yang ingin disampaikan penulis sedemikian rupa, sehingga pembaca merasakan seolah-olah ia sendiri yang mengalami peristiwa tersebut.
Retorika adalah teknik pemakaian bahasa seni, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik.
Dua aspek penting dalam retorika adalah; pengetahuan mengenai bahasa dan penggunaan bahasa dengan baik.
Studi tentang retorika mempengaruhi kebudayaan Eropa mulai jaman kuno hingga abad XVII M. Pada abad XVII, retorika dianggap tidak penting lagi. Pada abad XX kembali mengambil tempat lagi sebagai cara untuk menyajikan berbagai macam bidang pengetahuan dalam bahasa yang baik dan efektif.
Retorika menitiberatkan pada seni oratori atau teknik berpidato.
Beberapa pengertian retorika modern:
Tujuan retorika untuk menerangkan kaidah-kaidah yang menjadi landasan dari tulisan yang bersifat prosa atau wacana lisan yang berbentuk pidato atau ceramah,untuk mempengaruhi sikap dan perasaan orang.
Prinsip-prinsip mengenai komposisi pidato yang persuasif dan efektif, maupun ketrampilan yang harus dimiliki seorang orator.
Prinsip-prinsip mengenai komposisi prosa pada umumnya, baik yang dimaksudkan untuk penyajian lisan maupun untuk penyajian tertulis, entah yang bersifat fiktif atau yang bersifat ilmiah.
Kumpulan ajaran teoritis mengenai seni komposisi verbal, baik prosa maupun puisi, beserta upaya-upaya yang digunakan dalam kedua jenis komposisi verbal tersebut.
B. Jaman Yunani
Retorika mula-mula tumbuh dan berkembang di Yunani pada abad V dan IV sebelum Masehi.
Pengertian asli retorika adalah sebuah telaah atau studi simpatik tentang oratoria.
Orang yang pertama-tama dianggap memperkenalkan oratori adalah orang Yunani Sicilia, tetapi tokoh pendiri sebenarnya adalah Corax dari Sirakusa (500 SM) yang meletakkan sistematika oratori atas lima bagian, yaitu:
Poem atau pengantar dari pidato yang akan disampaikan.
Diegesis atau Narratio: bagian yang mengandung uraian tentang pokok persoalan yang akan disampaikan.
Agon atau argumen; bagian pidato yang mengemukakan bukti-bukti mengenai pokok persoalan yang dikemukakan tersebut.
Parekbaksis atau Digressio; catatan pelengkap yang mengemukakan keterangan-keterangan lainnya yang dianggap perlu untuk menjelaskan persoalan tadi.
Peroratio; bagian penutup pidato yang mengemukakan kesimpulan dan saran-saran.
Terdapat tiga kontroversi tentang retorika yaitu: (1) menyangkut persoalan pemakaian unsur stilistika, (2) masalah hubungan antar retorika dan moral, dan (3) masalah pendidikan.
Kontroversi pertama: terdapat tiga aliran, yaitu: menyetujui penggunaan unsur-unsur stilistika, yang menolak, berada di luar kedua aliran pertama.
Gorgias dan Leontini, mula-mula memperkenalkan retorika pada orang Athena (42 SM) yang berpendapat perlu menggunakan upaya-upaya stilistika dalam retorika seperti: epitet-epitet penuh hiasan, antitese-antitese, terminasi (akhir kata) penuh ritme dan bersajak yang terdapat pada pidato maupun narasi historis Thucydides dan argumentasi sandiwara dari Euripides. Pemakaian unsur stilistika yang berlebihan tersebut dianggap berlebihan oleh Lysias yang menyukai gaya simple. Kemudian kedua teori tersebut dimentahkan oleh Demosthenes.
Kontroversi kedua menyangkut masalah retorika dan moral; Gorgias mengemukanan bahwa dalam berpidato, seorang orator harus bermoral, karenanya retorika dianggap tiadak perlu/mubazir.
Kontroversi ketiga: terdapat pada bidang pendidikan. Retorika memicu para ahli retorika untuk memasukkan kurikulum yang berbeda dalam materi tersebut.
Isocrates (perimasukkan pertengahan abad IV): aspek-aspek politik dapat dimasukkan dalam retorika.
Gorgias: membicarakan masalah etika dan politik
Phaeradus: membicarakan etika dan mistik.
Sokrates: memaklumkan retorika sebagai seni dangkal yang mengambil bagian dalam ilmu fillsafat
Aristoteles: Logika formal merupakan dasar yang tepat bagi pidato yang jujur dan efektif baik dalam dewan legislatif maupun pengadilan. Kemudian dalam buku Rhetorica, aristoteles membedakan tiga jenis pidato:
a. Pidato yudisial (legal/forensik), mengenai perkara di pengadilan yang menyangkut apa yang terjadi dan tidak pernah terjadi.
b. PidatoPidato deliberatif (politik/suasoria), berisi nasihat yang disampaiakn penasihat mengenai hal yang patut dan tidak patut dilakukan.
c. Pidato epideiktik (demonstratif), untuk pementasan dan upacara-upacara ibadah berisi tentang kecaman dan pujian yang terjadi sekarang.
C. Jaman Romawi (300 sebelum Masehi -130 Masehi)
Retorika pada Jaman ini dibawa dan diajarkan oleh seorang budak Yunani Livius Andronicus (284-204 SM). Ahli-ahli retorika yang terkenal pada jaman Romawi adalah: Appius Claudius Caecus (300 SM), Cato de Censoris, Ser. Sulpicius Galba, Caius Grechus, Marcus Antonius, dan Lucius Licinius Crassus.
Dua orang guru retorika Romawi yang terkenal adalah Cicero dan Quintilianus. M. Tullius Cicero menghasilkan tiga karya: De oratore (prinsip-prinsip oratori terbagi tiga: a. studi yang diperlukan orator; b. penggarapan topic pidato; c. bentuk penyajian sebuah pidato), Brutus dan Orator.
Karya terakhir yang terkenal pada jaman ini adalah: Institutio Oratoria kaeya Fabius Quintilianus.
D. Metode Retorika Klasik
Ada beberapa pokok masalah retorika, antara lain: (1) seni retorika, (2) masalah pidato, (3) situasi yang menimbulkan pidato.
Seni retorika. Terdapat lima langkah pembagian:
- Inventio/Heuresis: penemuan atau penelitian materi-materi yang mencangkup: menemukan, mengumpulkan, menganalisa, memilih materi yang cocok untuk berpidato. Menurut Aristoteles argumen-argumen harus dicari melalui rasio, moral dan afeksi.
- Dispositio/Taxis/Oikonomia: penyusunan dan pengurutan materi (argumen) dalam sebuah pidato.
- Elocutio atau Lexis: pengungkapan atau penyajian gagasan dalam bahasa yang sesuai. Ada tiga hal yang menjadi dasar elucutio: komposisi, kejelasan, langgam bahasa dari pidato; kerapian, kemurnian, ketajaman dan kesopanan dalam bahasa; kemegahan, hiasan pikiran dengan upaya retorika.
- Memoria/mneme: menghafalkan pidato, yaitu latihan untuk mengingat gagasan-gagasan dalam pidato yang sudah disusun.
- Actio/Hypokrisis: menyajikan pidato. Penyajian yang efektif dari sebuah pidatoakan ditentukan juga oleh suara, sikap dan gerak-gerik.
b. Masalah pidato. Aristoteles, Cicero dan Quintilianus membagi pidato atas lima bagian:
- Poem/exordium: bagian pembukaan/introduksi (jelas,sopan, singkat)
- Narratio/dicgesis: pernyataan mengenai kasus yang dibicarakan. Mengandung pernyataan mengenai fakta-fakta awal yang jelas, dipercaya, singkat dan menyenangkan.
- Agon/Argumen: menyajikan fakta-fakta atau bukti untuk membuktikan masalah atau kasus yang sedang dibicarakan.
- Refutatio/Lysis: bagian yang menolak fakta-fakta yang berlawanan. Pembicara menunjukkan bahwa keberatan-keberatan yang bersifat absurd,palsu/ tidak konsisten.
- Peroratio/epilogos: kesimpulan atau suatu rekapitulasi dari apa yang telah dikemukakan dengan suatu appeal emosional pada pendengar.
c. Situasi yang menimbulkan pidato
Merupakan semua faktor luar yang dapat mempengaruhi penyusunan pidato, cara membawakan pidato, untuk mencapai hasil yang optimal. Situasi juga mencangkup psikologi pendengar, tujuan pidato, sifat umum dan khusus pidato.
Metode Pendidikan Retorika meliputi: imitasi dan deklamasi
1. Imitasi
Merupakan cara untuk melatih membawakan pidato-pidato dengan meniru cara-cara yang biasa digunakan orator-orator klasik. Karya terkenal pada masa itu adalah Progymnasmata (Hermogenes (c. 150 AD) dari Tarsus, dan buku Antonius (c.400 AD), seorang murid Libanius dari Antiokia.
Deklamasi
Merupakan metode untuk menemukan suatu pokok persoalan yang dipergunakan dalam latihan akademis.
Dasar Latihan, merupakan teknik melatih diri untuk mencapai inti persoalan atau hal aktual yang sedang dihadapi.
E. Abad Pertengahan (V-XV)
Pada jaman Romawi, para kaisar memberi subsidi kepada sekolah-sekolah yang memasukkan retorika dalam silabus pendidikan. Sehingga ahli retorika yang dihasilkan bisa menjadi imam agung pada upacara resmi. Tapi tiga abad berikutnya pidato hanya dilakukan untuk peniruan masa lampau dengan metode imitasi dan deklamasi.
Retorika pada abad pertengahan digolongkan dalam tujuh kesenian liberal. Retorika, tatabahasa dan logika (dialektika) membentuk satu trivium (tiga serangkai). Bukubuku pegangan Abad pertengahan mengenai retorika mengikuti prinsip-prinsip klasik dengan membedakan tiga gaya tulisan: kuat, sedang dan lemah. Atau tinggi,menengah, rendah. Gaya tinggi bukan hanya menyangkut hiasan tetapi juga penggunaan figuratau warna retorika yang paling sulit dan tinggi martabatnya.
Terdapat enam langkah pidato (dispositio) pada abad pertengahan: (a) Exordium: sebuah pembukaan yang jelas, sopan tapi singkat, (b) Narratio: sebuah pernyataan dari fakta awal yang jelas, dipercaya, singkat dan menyenangkan. (c) Propositio: penyajian kasus, jika yang disajikan berbentuk isu disebut partitio, (d) Confirmatio: penyajian argumen. (e) Refutatio: penolakan atas keberatan-keberatan, bahwa keberatan itu tidak bersifat absud, palsu atau tidak konsisten, dan (f) peroratio: ringkasan, yaitu rangkuman dengan suatu appeal emosional.
F. Jaman Renaisance (XV-XVIII)
Pada jaman renaisance, tulisan-tulisan mannerisme menimbulkan reaksi keras yang merupakan wujud kembalinya retorika klasik yang bersifat imitatif. Pada abad XV dan XVI, buku-buku pegangan melanjutkan retorika sebagai seni untuk menyajikan dan menyiapkan langkah klasik mulai dari inventio, melalui dispositio, elocutio, dan memoria, berakhir pada actio. Tokoh yang terkenal adalah Petrarchus yang mempopulerkan metode imitasi.
Kedatangan sarjana-sarjana Byzantium ke Italia pada abad XV, menyebabkan sistematisasi teknik imitasi menyebar ke Barat. Kelahiran kembali (renaisance) retorika klasik tersebut ditandai dengan kelahiran retorika humanis.
Retorika humanis menghasilkan kamus, buku pegangan mengenai ungkapan dan eksempla (adages = peribahasa, anekdote, materi ilustratif) dalam bahasa Latin, dan prosedur-prosedur untuk menghafal. Sehingga aliran humanis menjadi aliran lebih baik dari Graeco-Roman dan Byzantium.
Sajak humaniora berupa sanjak-sanjak klasik, filsuf, ahli sejarah, ahli pidato, yang berbicara mengenai hidup dan nilai kemanusiaan., dipelajari dengan semangat yang tak terbatas karena orang-orang sudah merasa capai dengan skolastisisme dan teologi yang sudah merosot.
Humanis adalah kelompok maju yang melihat kebudayaan klasik, dengan kebijaksanaan moralnya, rasionalitas yang kritis, dan seni yang agung, sebagai tingkat yang paling tinggi dicapai manusia.
Sejak tahun 1550, aliran humanisme memiliki suatu pegangan yang kuat dalam pendidikan. Pada akhir abad Xvseorang humanis Belanda bernama Rodolphus Agricola mengingatkan bahwa penulis-penulis harus mengembangkan subyek penelitian mereka yang bertalian dengan genus, species, sebab, akibat, persamaan, dan pertentangan.
G. Kemunduran Retorika (XVIII-XX)
Aliran Ramisme menandai keruntuhan seni retorika klasik, karena dianggap berlebihan dan bukan hanya berdasar atas style saja.
Aliran positivisme logis menarik perhatian orang akan pentingnya mempelajari cara-cara mempergunakan bahasa dengan baik dan efektif.
Karya I.A. Richards yaitu philosophy of Rethoric (1941) menandaskan diperlukan adanya seni baru bagi wacana. Sehingga diperlukan usaha untuk menggaungkan retorika klasik yang saat ini sedang diusahakan oleh sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Amerika Serikat.
H. Retorika Modern
Retorika modern harusnya disampaikan secara efektif dan efisien dan lebih ditekankan kepada berbahasa secara tertulis, dengan tidak mengabaikan kemampuan secara lisan.
Berbahasa secara efektif diarahkan kepada hasil yang akan dicapai penulis dan pembaca, bahwa amanat yang yang ingin disampaikan dapat diterima dan utuh. Sedangkan secara efisien dimaksudkan bahwa alat atau cara yang dipergunakan untuk menyampaikan suatu amanat dapat membawa hasil yang besar, sehingga penulis dan pembicara tidak perlu mengulang dan berlebihan dalam penyampaian.
Sehinnga retorika modern lebih mengedepankan bahasa tertulis tanpa mengesampingkan bahasa lisan.
Prinsip-prinsip dasar retorika modern/ retorika komposisi:
1. Penguasaan secara aktif sejumlah besar kosa kata bahasa yang dikuasainya. Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai secara aktif, semakin mampu memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pikiran.
2. Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah ketatabahasaan yang memungkinkan penulis mempergunakan bermacam-macam bentuk kata dengan nuansa dan konotasi yang berbeda-beda. Kaidah-kaidah ini meliputi bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis.
3. Mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa, dan mampu menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih memudahkan penyampaian pikiran penulis.
4. Memiliki kemampuan penalaran yang baik, sehingga pikiran penulis dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.
5. Mengenal ketentuan-ketentuan teknis penyusunan komposisi tertulis, sehingga mudah dibaca dan dipahami, disamping bentuknya dapat menarik pembaca. Ketentuan teknis disini dimaksudkan dengan: masalah pengetikan/ pencetakan, cara penyusunan bibliografi, cara mengutip, dan sebagainya.
6. Dengan demikian pencorakan komposisi dalam retorika modern akan meliputi bentuk karangan yang disebut: eksposisi, argumentasi, deskripsi, dan narasi.
7. Eksposisi adalah suatu bentuk retorika yang tujuannya adalah memperluas pengetahuan pembaca, agar pembaca tahu mengenai apa yang diuraikan.
8. Argumentasi merupakan teknik untuk berusaha mengubah dan mempengaruhi sikap pembaca.
9. Deskripsi menggambarkan obyek uraian sedemikian rupa sehingga barang atau hal tersebut seolah-olah berada di depan mata pembaca.
10. Narasi merupakan teknik retorika untuk mengisahkan kejadian –kejadian yang ingin disampaikan penulis sedemikian rupa, sehingga pembaca merasakan seolah-olah ia sendiri yang mengalami peristiwa tersebut.
Bayi Tongseng di China, Jadi menu kesehatan…(Foto – foto Biadab !!!)
Tongseng_ Bayi _Salah seorang pengusaha di china dan juga pemilik pabrik di negara tersebut mengaku punya ritual yang telah turun temurun untuk menjaga vitalitasnya dan awet mudanya, yaitu dengan mengkonsumsi “Healthy Soup”, sebagai pengkonsumsi tetap ‘“Healthy Soup”. Sebagai hasilnya, pria berusia 65 tahun menjelaskan khasiat “Healthy Soup” ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam. Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan “Healthy Soup” dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk “Healthy Soup” adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.
Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan “Healthy Soup”, dia menganjurkan “untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka “Healthy Soup” dapat disantap dengan waktu dekat. Cara pembuatan “Healthy Soup”, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut : Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup biasa.
Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk meberitahukan bahwa ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk“Healthy Soup” . Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran tersebut untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing.
Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya. Kali ini, harga per porsi “Healthy Soup” 475 USD atau setara dengan Rp 4.750.000 karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa puluh USD saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 300 USD. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.
Bisa anda bayangkan, harga bayi yang masih hidup hanya seharga Rp 3 jt. itu pun anda membelinya bukan untuk di adopsi atau di jadikan anak angkat, namun untuk Dimakan..!!
Setelah selesai, “Healthy Soup” disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. anda mau mencobanya..?
Prof. penemu penghilang rasa sakit dengan Cabe
Rasa sakit datang ke otak melalui neuron, sel-sel khusus yang ada di seluruh tubuh. Ketika terkena air panas, terluka atau terlalu banyak berolah raga, misalnya, reseptor khusus di neuron menjadi aktif, mengirim sinyal ke otak dan otak lalu menerjemahkan sinyal tersebut menjadi rasa sakit.
Para pakar sudah lama mengetahui hal ini. Namun, mereka masih belum tahu bagaimana reseptor menjadi aktif ketika rasa sakit itu muncul. Kenneth Hargreaves, peneliti di Universitas Texas, mengatakan ia memiliki petunjuk penting dalam bentuk yang pasti sudah akrab bagi Anda, yaitu cabe.
Jika makan cabe, menurut Hargreaves, kita merasa kepedasan, seolah-olah seperti terbakar. Rasa ini disebabkan oleh molekul capsaicin yang ada dalam cabe mengaktifkan reseptor capsaicin di lidah. Semakin banyak capsaicin, semakin pedas cabenya.
Dalam serangkaian percobaan, Hargreaves dan tim penelitinya menemukan bahwa kulit menghasilkan sendiri molekul seperti capsaicin dalam menanggapi rasa sakit.
“Kami mengambil jaringan kulit tikus percobaan, dan memanaskannya pada suhu 43 atau 48 derajat Celcius. Kemudian kita mengamati apa yang dikeluarkan oleh kulit pada kondisi panas itu,” kata Hargreaves
Panas biasanya menimbulkan rasa sakit pada sekitar 47 derajat Celcius. Ketika sampel kulit itu dipanaskan sampai 48 derajat Celcius, kulit itu memproduksi molekul seperti capsaicin dalam bentuk cairan.
“Kemampuan cairan ini untuk mengaktifkan rasa sakit pada neuron sangat tergantung pada reseptor capsaicin,” jelasnya.
Hargreaves menambahkan ini adalah penemuan besar yang dapat mengubah cara dokter mengobati rasa sakit.
Hargreaves dan timnya sedang dalam proses mengembangkan dua jenis obat yang dapat mencegah otak mengetahui adanya rasa sakit. Obat yang satu untuk menghentikan produksi molekul capsaicin dan yang lainnya menyerapnya, sebelum molekul itu mencapai reseptor yang ada di neruron. Lebih penting lagi, kedua obat ini nampaknya tidak membuat ketagihan seperti obat-obat yang mengandung narkotika. Menurut Hargreaves, kedua obat tersebut akan mulai diujicobakan pada manusia dalam enam bulan.
Para pakar sudah lama mengetahui hal ini. Namun, mereka masih belum tahu bagaimana reseptor menjadi aktif ketika rasa sakit itu muncul. Kenneth Hargreaves, peneliti di Universitas Texas, mengatakan ia memiliki petunjuk penting dalam bentuk yang pasti sudah akrab bagi Anda, yaitu cabe.
Jika makan cabe, menurut Hargreaves, kita merasa kepedasan, seolah-olah seperti terbakar. Rasa ini disebabkan oleh molekul capsaicin yang ada dalam cabe mengaktifkan reseptor capsaicin di lidah. Semakin banyak capsaicin, semakin pedas cabenya.
Dalam serangkaian percobaan, Hargreaves dan tim penelitinya menemukan bahwa kulit menghasilkan sendiri molekul seperti capsaicin dalam menanggapi rasa sakit.
“Kami mengambil jaringan kulit tikus percobaan, dan memanaskannya pada suhu 43 atau 48 derajat Celcius. Kemudian kita mengamati apa yang dikeluarkan oleh kulit pada kondisi panas itu,” kata Hargreaves
Panas biasanya menimbulkan rasa sakit pada sekitar 47 derajat Celcius. Ketika sampel kulit itu dipanaskan sampai 48 derajat Celcius, kulit itu memproduksi molekul seperti capsaicin dalam bentuk cairan.
“Kemampuan cairan ini untuk mengaktifkan rasa sakit pada neuron sangat tergantung pada reseptor capsaicin,” jelasnya.
Hargreaves menambahkan ini adalah penemuan besar yang dapat mengubah cara dokter mengobati rasa sakit.
Hargreaves dan timnya sedang dalam proses mengembangkan dua jenis obat yang dapat mencegah otak mengetahui adanya rasa sakit. Obat yang satu untuk menghentikan produksi molekul capsaicin dan yang lainnya menyerapnya, sebelum molekul itu mencapai reseptor yang ada di neruron. Lebih penting lagi, kedua obat ini nampaknya tidak membuat ketagihan seperti obat-obat yang mengandung narkotika. Menurut Hargreaves, kedua obat tersebut akan mulai diujicobakan pada manusia dalam enam bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)











